Perbandingan Gagasan Kerajaan Allah Dalam Injil Sinoptik

Yosua Budi Ristiono

Abstract


Despite the fact that the Kingdom of God is an often debated concept, it remains an intriguing topic since it is difficult to convey in theological conversations and teaching. This demonstrates that the subject of God's Kingdom should be taken seriously in both the Old and New Testaments of the Bible. As a result, the author will address the author's view of the kingdom of God, as well as the idea of the kingdom of God in the Synoptic Gospels and the parallels and distinctions between them. In this study, the author employs a literature research method with a descriptive qualitative approach as the research method. Based on the findings of his investigation, it was discovered that the principles transmitted throughout the three synoptic Gospels actually include the same principle, with each having its own unique delivery and emphasis, including: 1) The commencement of Jesus' teaching on the Kingdom of God The term "repent for the Kingdom of God" was used by Matthew and Mark. The phrase "God is near" is used by Matthew, although Luke uses the phrase "the moment is ripe." 2) Matthew's use of the term Kingdom of God is less constant than Mark and Luke's, and he substitutes the term Kingdom of Heaven instead. This is due to his custom as a Jew of not saying God's name because it is regarded very holy.

 

Abstrak

Tema Kerajaan Allah, meskipun merupakan tema yang sering diperbincangkan, tetap menjadi topik yang menarik karena tidak mudah dijelaskan dalam diskusi dan pengajaran teologis. Hal ini menunjukkan bahwa tema Kerajaan Allah harus menjadi perhatian serius dalam mempelajari Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Untuk itulah penulis akan membahas tentang pengertian kerajaan Allah, pengertian kerajaan Allah dalam Injil Sinoptik serta persamaan dan perbedaan pengertian kerajaan Allah dalam Injil Sinoptik. Penulis menggunakan metode penelitian dalam penulisan ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitiannya ditemukan bahwa gagasan yang disampaikan dalam ketiga Injil sinoptik tersebut sebenarnya mengandung prinsip yang sama, hanya saja dalam penyampaian dan penekanannya masing-masing memiliki kekhususan, antara lain: 1) Awal pengajaran Kerajaan Allah oleh Yesus. Matius dan Markus menggunakan frase "bertobat untuk Kerajaan Allah". Tuhan sudah dekat” sementara Lukas menggunakan frasa “waktunya sudah matang. 2) Penggunaan istilah Kerajaan Allah oleh Matius cenderung kurang konsisten dibandingkan dengan Markus dan Lukas dan menggantikannya dengan istilah Kerajaan Surga. Ini lebih karena kebiasaannya sebagai seorang Yahudi yang menghindari penyebutan nama Tuhan karena dianggap sangat suci


Keywords


Kajian perbandingan, gagasan kerjaan Allah, Injil Sinoptik

Full Text:

PDF

References


Andrian, Tonny, David Ming, G. P. Harianto, and Muner Daliman. “The Concept of Time Management Based on Ephesians 5:15–17 and Relevance to Contemporary Christian Leaders.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 77, no. 3 (2021).

David Iman Santoso. TheologiMatius: Intisari Dan Aplikasinya. Malang: SAAT, 2009.

George Eldon Ladd. Injil Kerajaan. Malang: Gandum Mas, 1994.

———. “Op.Cit” (n.d.): 24–25.

Georgia Harkness. Understanding the Kingdom of God: Chapter 1.Where We Stand. Malang: Gandum Mas, 1994.

Glen H. Stassen & David P. Gushee. “Etika Kerajaan: MengikutYesusDalamKonteks Masa Kini.” Momentum Surabaya (2008): 4.

Guthrie, Donald. Teologi Perjanjian Baru 3. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993.

Howard Marshall. New Testament Teology. USA: InterVarsity Press, 2004.

https://id.scribd.com/document/520491785/Eschatology-Biblical-Concept-of-Time. “No Title,” n.d. https://id.scribd.com/document/520491785/Eschatology-Biblical-Concept-of-Time.

John Legg. The King and His Kingdom. New York: Evangelical Press, 2004.

Kingdom of God. “Kingdom_of_God,” n.d. http://www.theopedia.com/ p.cit.

Morris, Leon. “Teologi Perjanjian Baru.” 46. Cetakan ke. Malang: Gaandum Mas, 2019.

Muner Daliman and Hana Suparti. “Revealing the Secretofthe Kingdom of Heaven in the Gospel of Matthew Chapter13.” European Journal ofTheology and Philosophy 1,3 (2021): 9.

Samuel Benyamin Hakh. “Pemberitaan Tentang Yesus Menurut Injil-Injil Sinoptik” (2007): 24–25.

Santoso, Joko. “Implementasi Pelayanan Konseling Holistik Terintegrasi Aspek Teologi, Psikologi Dan Skill Konseling.” SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI 9, no. 2 (2020): 17–32.

Santoso, Joko, and Sukirdi Sukirdi. “Peran Keteladanan Pemimpin Dalam Keluarga Berdasarkan Efesus 5: 21-6: 4.” SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI 10, no. 2 (2021): 73–88.

Yosua Budi Ristiono and Junio RichsonSirait. ““ReflexyTeologiCovenanBerdasarkanKejadian 1-3 Dan ImplikasinyaBagiKehidupan Orang Percaya Masa Kini.” JURNAL KADESI: JurnalTeologi dan Pendidikan Agama Kristen 1,1 (2021): 189.

Yosua Budi Ristiono and Yonatan Alex Arifianto. “Deskripsi Peran Gembala Sidang DalamEfesus4:16 Dan Implikasinya Bagi Pelayanan Masa Kini.” STELLA: JurnalTeologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 1 (2021): 60.

“Alkitab Edisi Studi.” 1564. Lembaga Alkitab Indonesia, 2014.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 The Messengers: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.