Isu Teologi Sosial Dalam Semboyan Dayak Dan Penanganan Kasus Peladang Di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat

K Katarina, Ruat Diana

Abstract


Tradisi berladang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki makna sosial yang tinggi. Masyarakat dayak menghidupi kehidupan yang begitu bersahabat dengan alam, sehingga ada banyak peluang untuk memanfaatkan alam sesuai dengan kebutuhan hidup. Berladang adalah media penggerak persatuan masyarakat dayak, serta cara untuk bertahan hidup. Selain berladang ada juga berburu dan meramu, akantetapi seiring zaman kedua kegiatan ini mulai ditinggalkan. Isu sosial yang hendak dibahas terkait penanganan kasus  peladang yang ditangkap, karena membakar lahan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan isu teologi sosial yang terdapat dalam semboyan dayak, serta penanganan kasus  peladang. Penelitian ini bersifat deskriptif dalam bentuk kualitatif dengan menggunakan studi literatur atau studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, maka ditemukan simpulan terkait isu teologi sosial dalam semboyan dayak yang membahas mengenai berlakunya sistem kekuasaan, sehingga masuknya kaum kapitalis dan diperlukan upaya dari pemerintah untuk melindungi kearifan lokal. Dengan melihat pada persoalan penanganan kasus peladang yang ditangkap.

Keywords


Teologi Sosial, peladang, masyarakat dayak, semboyan dayak.

Full Text:

PDF

References


AMZ, Roedy Haryo Widjono. Masyarakat Dayak Menatap Hari Esok. Penerbit PT Gramedia Widiasarana I, 1998.

Anggrana, Goria, A. Totok Priyadi, and Parlindungan Nadeak. “HAKIKAT HIDUP YANG TERCERMIN DALAM CERITA RAKYAT DAYAK KANAYATN DI KECAMATAN TOHO.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa 2, no. 4 (April 9, 2013). Accessed December 9, 2019. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/1788.

Arifin, Zainal. “POLITIK EKOLOGI: Ramah Lingkungan Sebagai Pembenaran.” Jurnal Ilmu Sosial Mamangan 1, no. 1 (April 10, 2015). Accessed April 11, 2020. http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/jurnal-mamangan/article/view/88.

Darmadi, Hamid. “DAYAK ASAL-USUL DAN PENYEBARANNYA DI BUMI BORNEO (1).” Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial 3, no. 2 (March 6, 2017): 322–340.

Duija, I. Nengah. “Tradisi lisan, naskah, dan sejarah Sebuah catatan politik kebudayaan.” Wacana 7, no. 2 (October 1, 2005): 115–128.

Ivo, Herman. “Gawai Dayak Dan Fanatisme Rumah Panjang Sebagai Penelusuran Identitas.” Jurnal Humaniora 13, no. 3 (August 3, 2012): 292–298.

Kushendrawati, Selu Margaretha. “MASYARAKAT KONSUMEN SEBAGAI CIPTAAN KAPITALISME GLOBAL: FENOMENA BUDAYA DALAM REALITAS SOSIAL.” Makara Human Behavior Studies in Asia 10, no. 2 (December 1, 2006): 49.

Mandasari, Zayanti. “Politik Hukum Pengaturan Masyarakat Hukum Adat (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi).” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 21, no. 2 (2014): 227–250.

Maunati, Dr Yekti. Identitas Dayak. Lkis Pelangi Aksara, 2003.

Muhlizi, Arfan Faiz. “Bantuan Hukum Melalui Mekanisme Nonlitigasi Sebagai Saluran Penguatan Peradilan Informal Bagi Masyarakat Adat.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 2, no. 1 (2013): 65–79.

Rifqi, Muhammad. “LADANG BERPINDAH DAN MODEL PENGEMBANGAN PANGAN INDONESIA” (2017): 9.

Ritohardoyo, Su, and Galuh Bayu Ardi. “ARAHAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE: KASUS PESISIR KECAMATAN TELUK PAKEDAI, KABUPATEN KUBU RAYA, PROPINSI KALIMANTAN BARAT.” Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian 8, no. 2 (2011): 83–94.

Salam, Safrin. “Perlindungan Hukum Masyarakat Hukum Adat Atas Hutan Adat.” Jurnal Hukum Novelty 7, no. 2 (August 1, 2016): 209.

Simon, Pabianus. “PERISTILAHAN DALAM BEUMO (BERLADANG PADI) PADA MASYARAKAT DAYAK KETUNGAU SESAT: KAJIAN SEMANTIK.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa 6, no. 3 (March 15, 2017). Accessed April 11, 2020. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/19028.

Suardi, A. Totok Priyadi, and Christanto Syam. “STRUKTUR DAN NILAI BUDAYA NYANGAHATN BABURUKNG PADA UPACARA ADAT PERLADANGAN DAYAK KANAYATN KALIMANTAN BARAT.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa 4, no. 3 (March 19, 2015). Accessed December 9, 2019. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/9347.

Wartiharjono, Sukapti. “Dinamika Ekonomi Perdesaan: Proses Adopsi Masyarakat Lokal Terhadap Komoditas Sawit.” DIMENSI - Journal of Sociology 9, no. 2 (November 1, 2016). Accessed April 11, 2020. https://journal.trunojoyo.ac.id/dimensi/article/view/3743.

Zubir, Zaiyardam. “PENGUASA, PENGUSAHA, DAN PETANI: Kapitalisme Perkebunan Sawit, Distorsi Sosial Ekonomi, dan Perlawanan Petani di Indragiri Hulu, Riau, 1978–2010.” Masyarakat Indonesia 43, no. 1 (March 23, 2018). Accessed April 12, 2020. http://jmi.ipsk.lipi.go.id/index.php/jmiipsk/article/view/719.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 The Messengers: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.