Perkembangan Teologi Dan Makna Pantak Dalam Adat Istiadat Masyarakat Dayak Kanayatn

Petrus Pasalima, Antonius Denny Firmanto

Abstract


Fokus dari tulisan ini terletak pada pembahasan perkembangan teologi dan budaya Pantak dalam budaya masyarakat Dayak Kanayatn. Peristiwa pokok yang hendak dibahas adalah perkembangan teologi dan Pantak dalam masyarakat Dayak Kanayatn. Tujuan tulisan ini adalah  untuk memahami prinsip perkembangan teologi dan makna pantak dalam budaya masyarakat Dayak Kanayatn. Apakah Pantak pada masa itu menjadi tempat berdoa dan bagaimana perkembangan teologi di tengah masyarakat Dayak Kanayatn. Masyarakat dayak kanayatn mempunyai kepercayaan terhadap pantak (patung) yang terbuat dari kayu ini di percaya memiliki kekuatan magis. Metode dalam  tulisan ini ialah membaca, mengambil beberapa refrensi buku dan jurnal lainnya, dan mencoba menemukan kaitan antara teologi dan budaya Pantak dalam masyarakat Dayak Kanayatn. Ada dua temuan dalam tulisan ini, yaitu: Pantak pada masa itu dijadikan sebagai tempat doa, persembahan hasil panen, dan memohon pemulihan jiwa. Perkembangan teologi dalam masyarakat Dayak Kanayatn ternyata tidak terlepas dari datangnya para Miosionaris Eropa yang datang ke Kalimantan Barat.


Keywords


Pemulihan Jiwa, Kepercayaan, persembahan,misionaris, kalimantan barat

Full Text:

PDF

References


Andasputra, Nico dan Vincentius Julipin, ed. Mencermati Dayak Kanayatn. Pontianak: Institute of Dayakology Research and Development, 1997.

Ardyanta, David, ed. Budaya Dayak: Permasalahan dan Alternatifnya. Malang: Bayumedia, 2011.

Dudi, Josef. “Faktor Pendukung dan Penghambat Perkembangan Agama Lokal Keharingan Pada Etnis Dayak.” Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Administrasi Negara 02, no. 2 (Januari 2018): 15-23.

Brata, Ida Bagus. “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa.” Jurnal Bakti Saraswati 05, no. 01 (Maret 2016): 9-15.

Darmadi, Hamid. “Dayak Asal-Usul dan Penyebarannya di Bumi Borneo (1).” Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial 3, no. 2 (Desember 2016): 322-338.

Desni, Maria, Sesilia Seli, Agus Wartiningsih. “Struktur dan Fungsi Cerita Rakyat Dayak Kanayatn Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak.” 1-8.

Jatmiko, Nikasius. “Relasiaonalitas “Aku” dan “Engkau” dalam Masyarakat Indonesia yang Majemuk Sebagai Gambaran dari Relasionalitas Trinitas.” Studia Philosophica et Theologica, 20, no. 2 (Oktober 2020): 198-202.

Lily, Febridika Lenzenzia, Yohanes Bahari, Rustiyarso. “Analisis Penerapan Nilai Kearifan Lokal Rumah Betang Dayak Iban di Sungai Utik Kecamatan Embaloh Hulu.” 1-7.

Lontaan, J. U. Sejarah, hukum adat, dan adat istiadat Kalimantan-Barat Ed. 1. Pontianak: Published Pemda Tingkat I Kalbar, Penyalur tunggal, Pilindo Pontianak, 1974.

Maunati, Yekti. Identitas Dayak: Komodifikasi dan Politik Kebudayaan. Yogyakarta: LKIS Pelangi Angkasa Yogyakarta, 2006.

Putra, Gerwin Bernardus. “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’Jubata: Telaah Filosofis tentang Prinsip Hidup Manusia Kanayatn.” Betang Filsafat Berfilsafat dari Rumah Kebersamaan. (December 2019): 1-12.

Ruat Diana, Katarina. “Isu Teologi Sosial Dalam Semboyan Dayak dan Penanganan Kasus Peladang Di Kabupaten Sintang.” The Messengers: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020): 39–54.

Sermada, donatus dan Dwi Atmoko, ed. Alam Gaib Budaya dan Iman. Malang: STFT Widya Sasana, 2002.

Simanjuntak, Fredy dan Evans Dusep Dongoran. “Kajian Teologi Ritual Nyangahatn Dalam Persfektif Penyembahan Menurut Alkitab.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, no.1 (Maret 2020): 99-107.

Suta Purwana, Bambang H. Identitas dan Aktualitasi Budaya Dayak Kanayatn di Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Jakarta: Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Parawisata, 2007.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 The Messengers: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.