Implikasi Pandangan Teks Teks Lukas 10:25-37 Terhadap Permasalahan Multikultural Guru Kristen

Novita Loma Sahertian

Abstract


Realita kemajemukan bangsa Indonesia menjadi alasan terjadinya permasalahan multikultural dalam masyarakat, termasuk dalam lingkungan pendidikan, baik terjadi pada guru maupun peserta didik.Peneliti melakukan penelitian di salah satu sekolah tingkat menengah di Kabupaten Bogor (Red-.) ditemukan bahwa adanya guru yang memiliki sikap etnosentrisme yang dipicu oleh perilaku siswa dari suku tertentu yang kerap melakukan pelanggaran. Permasalah utama yang diteliti adalah bagaimana permasalahan multikultural yang dihadapi guru Kristen dapat dicari solusinya berdasarkan ajaran Alkitab khususnya dalam Lukas 10:25-37.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan identifikasi gambaran pemasalahan multikultural, serta mengemukakan pandangan mengenai pendidikan multikultural baik dari pandangan umum maupun Kristen dan pandangan mengenai peran dan tugas guru. Selain itu,  bertujuan untuk mengemukakan pesan teks Perjanjian Baru yaitu Lukas 10:25-37, dalam rangka memberi masukan bagi pelayanan konstruktif guru terhadap peserta didik. Sehingga dapat memberikan implikasi pelayanan multikultural sebagai signifikasi bagi guru Kristen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis,  penelitian yang berusaha mendeskripsikan dengan menginterpretasikan akibat yang sedang terjadi. Sedangkan jenis penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan melakukan studi literatur, studi teks Alkitab dalam Lukas 10:25-37, dan studi lapangan. Dalam penelitian lapangan, peneliti melakukan observasi partisipatoris dan wawancara dengan guru-guru dan para siswa untuk mendapatkan data-data yang akurat terhadap permasalahan yang ada sehingga dapat dicari solusi yang tepat. Hasil penelitian terhadap masalah multikultural guru di sekolah menengah teologi Kristen di Kabupaten Bogor berdasarkan kemajemukan budaya diantara peserta didik, maka diusulkan kepada guru hal-hal sebagai berikut: pertama, guru perlu meningkatkan pengetahuan tentang multikultural dan pendidikan multikultural.  Kedua, mengembangkan sikap kreatif dalam pembelajaran. Ketiga, penghargaan multikultural dinyatakan pada sikap keteladan orang Samaria dalam bersikap memberi pertolongan tanpa membedakan siapa orang yang ditolong.  Keempatmemiliki sikap keteladan, dan kelima memiliki sikap melihat orang lain yang berbeda dengan dirinya sebagai gambar Allah.

 


Keywords


Pandangan Teks Lukas 10:25-37, Permasalahan Multikultural dan Guru Kristen

Full Text:

PDF

References


Ismail, Andar. “Multikultural” dan “Pendidikan Kemajemukan,” dalam Selamat Berkarunia. Jakarta: BPK GUnung MUlia, 2008.

Lingenfelter, Judith E. & Sherwood G. Lingenfelter.Teaching Cross-Culturally An Incarnational Model for Learning and Teaching. Grand Rapids: Baker Academic, 2003.

Law, Eric H.F. The Wolf Shall Dwell with The Lamp. A Sprituality for Leadership in a Multicultural Community. St. Louis, Missouri: Chalice Press, 1996.

New Bible Commentary. Editor Gordon J Wenham, J. Alec Motyer, Donald A. Carson, R.T. France. Illinois: InterVarsity Press, 1994.

Sidin, Robiah. Classroom Management. Shah Alam, Selangor: Darul Fajar Bakti, 1993.

Stefanus, Daniel. Pendidikan Agama Kristen Kemajemukan. Bandung: Bina Media Indonesia. 2009,

Usman,Moh. Uzer. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2006.

UU R.I No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen,

Wilkerson, Barbara. Multicultural Religious Education. Religious Education Press, 1997.

________, Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: Departemen Agama RI, 1999.

________, Tafsiran Alkitab Wycliffe , Editor: Charles F. Pfeiffer, Everett F. Harrison ( Malang: Penerbit Gandum Mas, 2017.

Online

Henry, Matthew. Matthew Henry Commentary Online.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 The Messengers: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.