Tinjauan Teologis Tentang Doa Bapa Kami Menurut Injil Matius 6:9-13

Tantra Lingga Weinardi Ngoei, Yerlin Losong

Abstract


Kehidupan kekristenan orang percaya tidak dapat terlepas dari doa. Sebegitu pentingnya doa sampai Tuhan Yesus sendiri mengajarkan secara spesifik bagaimana seharusnya orang percaya berdoa. Seperti yang Tuhan Yesus ajarkan dalam kotbahNya di atas bukit yaitu  doa Bapa kami dalam Injil Matius 6:9-13. Sebagai orang Kristen, tentunya kita tidak asing lagi dengan doa. Kita selalu diajarkan untuk berdoa, bahkan kita sebagai pemimpin jemaat atau gembala sidang selalu mengajarkan tentang doa kepada jemaat kita. Entah untuk mengucap syukur, memohon pertolongan, atau kekuatan dalam masa-masa yang sulit dalam hidup kita. Karena itulah  berdoa setiap harinya. Begitulah pemikiran kita bahwa orang Kristen pasti harus berdoa. Kalau tidak berdoa akan merasa bersalah atau ada sesuatu yang kurang. Tetapi apakah doa itu?Melalui tulisan ini, penulis berharap agar orang percaya memahami makna doa Bapa Kami di dalam kehidupannya dan menjelaskan pandangan Alkitab terhadap doa, supaya melalui doa setiap orang percaya dapat menyampaikan dan memohon segala kebutuhannya. Doa adalah alat komunikasi yang dapat menghubungkan Tuhan dengan manusia, dan Tuhan dapat menyatakan segala isi hati-Nya ketika seseorang sedang berdoa. Sebaliknya orang percaya dapat menyatakan segala permohonannya melalui doa, menyampaikan pergumulan maupun menyampaikan ucapan syukur atau puji-pujian kepada Tuhan.


Keywords


tinjauan, teologis, doa Bapa kami, Matius 6:9-13

Full Text:

PDF

References


Kornelius A. Setiawan, Jurnal Teologi Aletheia 4/6 (Maret 2012), hal. 25.

Matthew Vellanickal, Biblical Prayer Experience, (Bombay: St. Paul Publication, 1986), hal. 7

William Barclay, Doa-doa. Setiap hari dan Untuk Khusus (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1991), hal. 21

Bill Hybels, Terlalu Sibuk? Justru harus berdoa (Jakarta : Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1998), hal. 1998

Howard Peskett, “Prayer in the Old Testament Outside the Psalms”, in Teach Us to Pray, ed. (D.A. Carson, London: World Evangelical Fellowship, 1990, hal. 19.

E.M. BOUNDS, Kuasa Doa (Surabaya: Yakin, t.thn), hal. 49

C. Peter Wagner, Gereja yang Berdoa (Yogyakarta: Yayasan ANDI Offset, 1995), hal.20

Eviyanti Agus, Berdoa (Bandung: Kalam Hidup, t.thn), hal. 13

Samuel E. Balentine, Prayer in the Hebrew Bible: The Drama of DivineHuman Dialogue, (Minneapolis: Fortress Press, 1993), hal. 30-31.

Herman Soekahar, Exegesis dan Aplikasi Doa Bapa Kami (Yogyakarta : Yayasan ANDI, 1990), hal. 2

Harun Hadiwijono, Pasrah dalam Doa (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1990), hal. 27

Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung : Alfabeta, 2009), hlm. 333.

R.E. Clements, The Prayers of the Bible, (London: SCM Press, tt…), hal. 13

Handbook to The Bible (Bandung : Yayasan Kalam Hidup, 2004), hal.139

J. Wesley Brill, Doa-doa Dalam Perjanjian Lama (Bandung : Kalam Hidup, t.thn), hal.10

Bobb Biehl dan James Hagelganz, Berdoa (Bandung : Kalam Hidup, 1976), hal. 12

Ronald Youngblood, The Book of Genesis, (Grand Rapids: Eerdmans, 1991), hal. 175

Gordon J. Wenham, “Genesis 16-50”, in Word Biblical Commentary, Vol. 2, (Dallas: Word Books, 1994), hal. 53.

Ronald Youngblood, The Book of Genesis, (Grand Rapids: Eerdmans, 1991), hal. 175

Wenham, “Genesis 16-50”, hal. 16-50

Thomas Edward Mc Comiskey, The Covenant of Promise : A Theology of Old Testament Covenants (Grand Rapids : Baker, 1985), p. 17

Herbert A. Lockyer, All Prayers in the Bible, (Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1959,) p. 27.

Yong Nam Rhee, Doa Mintalah, Carilah, Ketuklah (Surabaya : Yakin, t.thn), hal. 52

Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I, A-L (Jakarta : Yayasan Komu nikasi Bina Kasih/ OMF, 1999), hal. 106

H.L. Senduk, Kuasa Doa (Jakarta : Yayasan Bethel, 2006), hal. 119

Ronnie W. Floyd, Bagaimana Cara Berdoa, hal. 24

Andrew E. Hill dan Jhon H. Walton, Survei Perjanjian Lama (Malang : Gandum Mas, 2001), hal. 505

Ruth F. Selan, Pedoman Pembinaan Warga Jemaat (Bandung : Yayasan Kalam Hidup, 1994), hal. 18

Herman Gunkel, The Psalms, (Philadelphia: Fortress Press, 1989), hal. 3.

Sigmund Mowinckel, Psalms in Israel‟s Worship, (Sheffield: JSOT Press, 1992), hal.39

Gilbert W. Stafford, Theology for Disciples, (Anderson: Warner Press, 1996), hal. 411-426

Rommie W. Floyd, Bagaimana Cara Berdoa, hal. 19

J.L. Ch. Abineno, Doa Menurut Kesaksian Perjanjian Baru (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 19970, hal. 24

Tafsir Alkitab Masa Kini (Jakarta : Yayasan Komunikasi Bina Kasih/ OMF, 1999), hal.722

John Bisagno, Kuasa Doa yang Positif, hal. 44


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 The Messengers: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.